Selasa, 13 Oktober 2009

Konsep Dasar Tari


Bangsa Indonesia memiliki bermacam-macam tari mulai dari yang sederhana sampai ke yang rumit ( tingkat tinggi ). Indonesia memiliki beraneka macam suku bangsa ini yang menyebabkan kita mempunyai tari yang bervariasi multi dimensi pengertianya segala bentuk tari ada.Bahkan tidak hanya seni tari yang mengalami proses seperti ini termasuk seni yang lain juga mengalami hal yang sama yaitu : 1. seni musik dan suara, setiap suku bangsa Indonesia memiliki alat musik dan lagu tradional daerah masing-masing, 2. seni rupa dan kerajinan ada banyak macam kerajinan dan aliran seni rupa di Indonesia sesuai dengan daerahnya masing-masing. 3. Seni drama dan sastra, banyak dijumpai karya sastra di Indonesia ini mulai karya Empu Kanwa, Empu Sedah dan Panuluh dengan Mahabaratanya.
Kekayaan tari yang kita miliki ini memungkinkan untuk dikembangkan sampai jauh sesuai dengan kemampuan manusianya. Sehingga tari yang beraneka ragam tersebut mengalami perkembangan yang dapat dibedakan sebagai :
a. Perubahan kecil-kecilan disana sini.
b. Penggarapan yang lebih rumit dan lebih sempurna.
c. Modifikasi wujud namun tetap bernafas seperti semula.
d. Ciptaan baru tetapi bertolak pada abstraksi ide tari klasik.
PENGERTIAN TARI
Pada hakekatnya tari adalah ungkapan nilai-nilai keindahan dan keluhuran yang diungkapkan lewat gerak.
Ada batasan tari menurut para tokoh-tokoh seni yaitu :
a. Soerjodiningrat salah satu pendiri Sekolah Tari “Krido Bekso Wiromo” mengatakan :
“Ingkang kawastanan joged inggih punika ebahing saraduning badan , katata pikantuk wiramaning gending, jumbuhing pasemon sarta pikajenging jogged”
Jika diterjemahkan dalam bahasa Indonesia bebas:
“Yang dinamakan tari adalah gerak keseluruhan tubuh, yang ditata dengan irama lagu pengiring, sesuai dengan lambang, watak, dan tema tari. (…..,1937 )’
b. Crawley, ahli ilmu jiwa mengatakan bahwa tari adalah pernyataan gaya instingtif dari urat mengenai sesuatu perasaan. Dengan kata lain, tari adalah kerja rasa dari manusia yang penyaluranya melalui urat-urat, ( Wisnoe wardana, 1959 ).
c. Charlotte Bara, seorang penari, mengungkapkan penghayatanya sebagai penari ialah bahwa tari adalah sebagian dari arus, seperti air, cepat lambat seakan tak berubah, berkembang tak bergerak pada permukaan yang ada aliranya dibawahnya. Ia selalu bergerak, bukan bayangan, bukan plastik,
bukan karang, bukan arsitektur, dan bukan bukan lukisan. Ia adalah manusia yang bergerak, ( Wisnoe wardana, 1959 ).


d. Mary Wigman, seorang perinris seni tari modern, mengatakan bahwa tari bukanlah hanya pernyataan irama musikal atau intelektual pantomim. Ia mempunyai asal sendiri, bentuknya dan pernyataanya yang ada padanya sendiri. Hakekatnya adalah ruang, ( Wisnoe wardana, 1959 ).
Dari pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa tari adalah rangkaian gerak yang disusun secara teratur, diiringi dengan musik dan merupakan ungkapan dari perasaannya serta tidak terikat oleh ruang dan waktu.

HUBUNGAN TARI DENGAN PENDIDIKAN
Pendidikan dapat dilaksanakan lewat berbagai media. Pelaksanaan pendidikan lewat seni tari menggunakan seni tari sebagai sarana pendidikan. Sebaliknya seni tari sendiri mengandung pendidikan nilai-nilai keindahan dan keluhuran lewat gerak dan sikap tubuh yang dapat membentuk kepribadian manusianya.
Ki Hajar Dewantara berpendapatbahwa tari serimpi jawa itu mendidik rasa wirama, yaitu pengekangan diri dan gerak wiraga ( kebutuhan ), yaitu kesusilaan, ( ….,1951)
Rudolf Steiner, tokoh pendidikan anthroporfis, mengemukakan bahwa keakraban unsure irama dalam kehidupan manusia adalah sebagai berikut, (Wisnoe wardana, 1977 ).
a. Irama memudahkan pekerjaan jasmani.
b. Irama menyokong gerak pikiran, seperti membagi, memecah bagian-bagian, mengurutkan, dan menertibkan. Pada rencana yang besar ada penahapan, yaitu mendahulukan yang penting-penting, penjatwalan, penggiliran tugas, pembagian tim, dan sebagainya.
c. Irama mencerdaskan budi pekerti, membetuk watak, seperti tetap hati, teguh, tertip, berani, tenteram, sabar, dan semangat.
d. Irama menghidupkan kekuatan dalam jiwa.

Disamping dari segi penampilan kepribadian, kesenian meliputi jenios-jenis kepribadian sebagai berikut:
1) Kepribadian perorangan, yang menunjukan ciri-ciri khusus dan gaya seseorangsebagai seniman, tampak pada karya-karyanya.
2) Kepribadian daerah yang khas, meliputi kesenian jawa khas Jogjakarta, Surakarta, Sunda Cianjur, Sunda Bandung, Bali Tabanan, Bali Gianyar, Bali Singaraja, Cirebon Kanoman,dan Cirebon Kesepuhan.
3) Kepribadian seni bangsa-bangsa, tampak jelas pada seni tari masing-masing bangsa, Tari India, Tari Cina, Tari Jepang, Sepanyol, Indonesia, dsb.
Kesenian ASEAN merupakan kepribadian kelompok bangsa-bangsa Asia Tenggara. Lebih luas lagi adalah menampilkan kesenian benua seperti Amerika latin yang terkenal dengan kesenian rumba dan sambanya, Timur Tengah dengan tari perutnya, Afrika dengan tam-tamnya, Eropa dengan Baletnya, dan amerika dengan tari Modernnya.

4) Kepribadian kesenian dunia, adalah kesenian milik suatu bangsa yang akhirnya diakui dunia seperti film, mode busana, tari break dance, tari jawa, dan gamelan jawa.


FUNGSI KEGIATAN TARI
Kegiatan tari terarah pada kegiatan kepentingan seperti media pergaulan, sarana upacara, suatu hiburan, sebagai pertunjukan artistik, media pendidikan untuk menyalurkan terapi, dan juga sebagai katarsis ( pembersih Jiwa ).
a. Kegiatan Tari Sebagai Media Pergaulan
Kegiatan tari sebagai interaksi antar pencinta seni atau awam bentuknya bermacam-macam.
1) Latihan tari yang rutin, siswa membutuhkan perhatian guru secara merata. Pada latihan ini siswa dapat kesempatan untuk mematangkan diri dan menguasai meteri yang diprogramkan. Dengan keuletan dan usaha yang maksimal akan menghasilkan prestasi yang normal. Bagi siswa yang kerang berbakat akan memerlukan ketekunan dan keuletan serta latihan khusus. Sedang yang berbakat penguasaan materi lebih cepat. Suasana yang menyenangkan dan kegiatan seni yang sejalan dengan sikap kekeluargaan, perhatian guru akan memberikan semangat menghindarkan rasa rendah diri, iri hati, dan persaingan.
2) Latihan khusus untuk pementasan tari, jika pementasan tidak dilombakan dapat mengambil anak sebanyak-banyaknya sehingga dalam proses latihan akan terjalin proses pergaulan antar penari.
3) Pementasan tari, mempunyai bermacam kepentinangan untuk perayaan sekolah, lomba antar kelas, festival, kecamatan,kabupaten, dan nasional. Ini membutuhkan kesiapan agar nantinya tidak menimbulkan kekecewaan.
4) Pelawatan tari, merupakan kegiatan yang mempunyai sifat rekreatif . dalam kunjungan berkesenian akan mendapatkan lingkungan baru, suasana baru tentunya kawan baru sehingga akan tumbuh pergaulan yang baru.
b. Kegiatan Tari Sebagai Sarana Keupacaraan, Jenis tari upacara banyak , yaitu upacara keagamaan, upacarakebesaran keistanaan, dan upacara penting dalam kehidupan bermasyarakat.
1) Tari upacara keagamaan, hal ini mampu menambah kehikmatamn dan kekhusukan dalam menjalankan ibadah sucinya.Bahkan para penari harus mensucikan diri lewat puasa, mandi kembang dsb. Kadang-kadang bagi yang dating bulan (haid) tidak diperbolehkan menari.
Tariupacara keagamaan misalnya,


- Bali : Tari Wali, Rejang, Gabor, Sang Hyang, dan Baris Gede.
- Flores : Tari Rek
- Kalimantan: Tari Gantar
- Sumatra: Tari randai
- Sulawesi: Tari Ma’gellu dan Pa’gellu
- Jawa Timur Seblang

2) Tari upacara istana/kraton, Tari khusus istana ini untuk membawa kewibawaan istana/kraton, biasanya gerakan sudah ditata musik sudah dibakukan biasanya digunakan untuk menghibur rakyat dan persembahan kepada dewa.Tari upacara istana ini antara lain,
- Sumatra; Tari Sriwijaya
- Sulawesi: Tari Padudu dan Tari Pajoge
- Pasundan: Tari TopengTumenggung
- Madura: Tari Gempu
- Bali: Tari Gambuh dan Lenggong Kraton
- Jawa: Tari Bedaya Semang dan Bedaya ketawang, Lawung, Guntur segara, Dan Beskalan.
3) Tari upacara penting dalam kehidupan manusia misalnya,
- Upacara panen: Tari Pakarena, Tari manibon
- Upacara mengambil air: Tari Buyung
- Upacara menjemput tamu: Tari Reog, Tari Pendet
- Ucacara Khitanan: Sisingaan, Jaranan Buto
- Upacara Perkawinan: Pattudu, Beksan lawung, Karon Sih, Gamyong.
- Upacara kematian: Ma’badong, Ma’Maraskha, Ma’Randing, Ma’gellu, dan Pa’Dondang
- Upacara Mengusir Penyakit/roh jahat: Tari Mabugi, Tari Sang Hyang.


c. Kegiatan Tari Sebagai Hiburan, sebagai hiburan tari dapat diajarkan dalam bentuk yang bervariasi untuk menghindari kebosanan. Titik tumpu pada jenis tari ini adalah pada enaknya lagu yang digunakan untuk mengiringi. Tidak dituntut tingkat kesulitan gerak dan aturan pakaian yang akan menambah tari ini digemari masyarakat.Janis tari ini misalnya,
1) Tari Joget Bumbung
2) Tari Ronggeng
3) Tari Gandrung
4) Tari Pancar dan gale-Gale
d. Kegiatan Tari Sebagai pertunjukan Arstistik, Masudnya kegiatan tari itu benar-benar dinilai tingkat keindahanya. Biasanya digunakan untuk lomba atau festival sehingga tingkat kesulitan dan nilai garap betuil-betul diperhatikan.
e. Kegiatan Tari Sebagai Media Pendidikan, nilai pendidikan tari pada siswa terletak pada sikap lahir dan batin serta tingkah laku yang dibawakan.
f. Kegiatan Tari Sebagai penyaluran Terapi, gerakan-gerakan yang diambil dari tari diharapkan dapat memberikan efek positip jika dipakai oleh cacat fisik, mental, dan tuna bicara. Dengan ikut berkegiatan akan membiasakan organ-organ yang tidak berfungsi l;ambat laun akan menjadikan sedikit bereaksi harapanya menjadi lebih berkurang dari cacat sebelumnya.
g. Kegiatan Tari Sebagai Media Katarsis, kata katarsis mengandung pengertian “pensucian jiwa”

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar